Attention~
Happy Reading^^
1. Please leave a comment, at least a reaction below the post.
Usahakan jangan jadi silent reader. Abis baca diharapkan comment~ gak susah kok, bisa anonymous:) paling nggak kasih reaksi kalian dikotak yang ada dibawah post. Tinggal centang aja:)
Kritik dan saran diterima,dengan bahasa yang baik pastinya:3
2. Copy allowed with credit:3
3. Kalo mau req ff bisa kok, contact di line uname 'snowflakes2ch' sebisa mungkin saya bikinin:)
Hobi berfantasi juga? Ayo tuang dalam kata-kata^^ Bisa kirim ke saya dan akan dipost disini~ full credit♡
Saya minta comment bukan karna haus akan comment. Blog ini hanya saluran hobby. Tapi alangkah lebih senang bila hasil kerja diindahkan dan diberi saran supaya lebih baik:3
Gamsahamnida^^
Wednesday, July 16, 2014
About Him
Title: About Him
Author: Tanada Kanade
Length: Ficlet (759 words)
Genre: Romance, Psychology
Rate: G
Cast: Lee Jieun a.k.a IU, Zhang Yixing ( Lay Exo )
FF ini asli ide saya~ don't copy^^
------------------------------------------------------------------
Jieun's PoV
Aku berjalan sambil menyapa orang-orang yang berada disisi lorong yang kulewati. Karena setiap hari kesini, rasanya semua menjadi ramah padaku. Diujung lorong ini adalah ruangan yang aku tuju. Dari depan pintu sudah terdengar petikan gitar yang tidak asing lagi bagiku. Kubuka pintu ruangan dengan design sederhana bernuansa biru itu. Pria itu berhenti memetik gitarnya sejenak, memandangku, lalu kembali memetik gitar. Bagiku, saat itu adalah saat dimana dia menjadi pria tertampan yang pernah kulihat.(padahal tadi aku bertemu banyak pria tampan di fashion show.. tubuhnya tinggi-tinggi><) Wajahnya yang tirus dengan rambut coklat tuanya, ditambah baju dan celana panjang senada ( yang kebesaran ) membuatnya begitu tampan.
Setiap hari, jam istirahatku selalu kupakai untuk mengunjunginya. Nah meskipun hubungan kami ini sudah berjalan hampir setahun...tunggu. Sebenarnya bukan hubungan antara laki-laki dan perempuan ya. Maksudku, mungkin ini hanya cinta sepihak. Aku menyukainya tapi tidak tahu apa dia menyukaiku.. Dia tak pernah membicarakan itu. Jadi hubungan ini hanya sebatas aku mengunjunginya setiap hari dan menemaninya membaca buku-buku yang kubawa.
Oke. Meskipun ini sudah berjalan hampir satu tahun, tak banyak yang aku ketahui tentangnya.
Waktu dulu kutanya namanya.. dia bilang namanya Lay. Namun setelah kutelusuri, nama aslinya adalah Yixing. Yang aku tahu dia pendiam. Jarang tersenyum maupun bicara. Wajahnya kelihatan selalu murung dengan tatapan yang hampir kosong. Dia selalu ditemani gitar yang entah sejak kapan dia miliki. Dengan semuanya itu,menurutku dia satu-satunya lelaki yang berbeda dari sekian lelaki buaya diluar sana. Karena kepribadiannya yang tenang dan jarang bicara membuatku yakin bahwa dia pria baik.
Hari ini aku membawakannya buku 'Sleeping Beauty'. Buku anak-anak? ya. Dia suka dongeng seperti itu. Sepanjang aku bercerita, aku berkhayal tentang aku yang menjadi putrinya dan dia pangeranya. Fantasiku ikut berakhir ketika buku cerita itu habis kubacakan. Yang kutunggu tiba. Dia menunjukkan itu. Dia tersenyum kecil,memperlihatkan sebagian dari rentetan gigi putih dan lesung pipinya. Itulah alasan mengapa aku selalu mencari buku anak-anak yang berbeda setiap harinya dan kubawa kesini. Setiap hari selama hampir satu tahun..Hanya untuk melihat senyum itu saja. Sederhana sekali. Aku ikut tersenyum sambil menatapnya.
Aku kaget ketika dia tiba-tiba senyum itu hilang dan dia mulai berbicara..
"Kenapa buku yang kau bawakan selalu berakhir dengan bahagia?" Tanyanya.
"Karena aku berharap kau juga bisa seperti itu. Berakhir bahagia maksudku.."
"Apa hanya diakhir saja?"
Aku langsung menatapnya.
"Tidak.. Aku sih berharap kau selalu bahagia sampai akhir.."
Dia mengangguk pelan. Aku melirik jam tanganku.
"Sudah jam 2. Waktunya aku kembali. Jaga dirimu baik-baik yaa~ sampai bertemu besok!"
Lay terlihat kecewa.Aku menekan kedua pipinya.
"Huh,kau terlalu kurus untuk menjadi seekor ikan." kataku.
Dia bingung.. Tak berapa lama, dia melakukan hal yang sama kepadaku. Hasilnya tentu saja beda dengan yang kulakukan pada pipinya. Dia tertawa terbahak-bahak.Maklum saja, berat badanku yang bertambah 3 kilo ini pasti membuat pipiku menjadi chubby. Awalnya aku marah karena dia menertawaiku, tapi lama-lama aku tersenyum senang melihatnya tertawa lepas untuk pertama kalinya.
"Sudah ya, aku pergi dulu.. Kau harus makan yang banyak agar nanti bisa jadi ikan sepertiku." kataku sambil membereskan barang-barangku. Seketika Lay berhenti tertawa.
Seperti yang biasa kulakukan, sebelum pulang aku memeluknya sambil menepuk-nepuk pelan pundaknya dan mengatakan "gwaenchana..gwaenchana...Besok aku akan kembali lagi". Dia menyandarkan kepalanya dibahuku. Pelan-pelan detak jantungnya kembali normal setelah berdenyut cepat sekali karena tertawa tadi. Aku melepas pelukan kami.
"Sering-seringlah tertawa seperti ini,Lay." batinku.
Aku melambaikan tangan padanya dan keluar dari ruangan itu. Aku jadi ingat pertama kali kami bertemu..
-------------------throwback 2012---
Aku berjalan menyusuri jalan menuju kantorku sambil bermain game pada tabletku. Tiba-tiba, seorang pria berpakaian serba biru kebesaran dengan membawa gitar menabrakku dari arah yang berlawanan. Dia terjatuh namun cepat-cepat bangkit. Kutatap wajahnya dengan penuh amarah. Namun seketika raut wajahku berubah. Hal yang pertama kali aku pikirkan adalah dia cukup tampan.
"Mian."
Kata-kata itu yang membuatku bengong dipinggir jalan sementara dia sudah berlari jauh sekali. Aku tersadar ketika dua orang penjaga (yang sepertinya mengejar pria itu) menghampiriku dan menanyakan keadaanku. Setelah kubilang tak apa-apa dan mereka pergi, aku baru menyadari.. Sepertinya dia kabur dari rumah sakit. Sontak aku bangkit dan mengambil tabletku. Tak tahu dapat ilham dari mana, aku ikut mengejar laki-laki itu. Kupikir aku bisa membantunya..melarikan diri. Tepat ketika aku sampai di sebuah lorong jalan yang buntu, dua penjaga tadi sudah menyeretnya untuk masuk kedalam mobil. Aku sempat melihat nama dan alamat rumah sakitnya pada mobil yang mereka kendarai.
Suster bilang, dia mengalami syok berat akibat kecelakaan yang menimpa keluarganya 3 tahun lalu. Dia jadi tidak mau bicara, bertemu orang banyak, bahkan sempat tidak mau makan. Terkadang suster mendapatinya sedang berbicara sendiri. Dia menyebut-nyebut 'dongsaeng', 'eomma','appa' dan almarhum anggota keluarganya yang lain. Maka dari itu, dokter di rumah sakit umum beranggapan bahwa dia perlu mendapat perawatan disini...Di Rumah Sakit Jiwa Senai.
-fin
Kalo ada yang baca kasih comment dong>< ini ficlet pertamaku'-' kayaknya masih banyak typo deh._. Gamsahamnida^^
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Thoorrr aku paling ska fanfic+cover ini!
ReplyDeleteAbis baca postingan yg paling atas kemaren.aku kapok jdi sider dsini hehehe..
Keep writing dong thor! Kapan' aku blh y numpang post? Hehehe gamsa
Oya klupaan
DeleteNmaku cynthia,krn gda akun jd anon ajj y??bangapseumnida
Halo^^ salam kenal juga yaa~ bukannya ga boleh, kan udah tutup blognya wkwk nanti contact aja siapa tau kita bisa cucok ngobrol2^^ makasih udh comment~ makasih juga suka sama ff ini^^
Delete