Title: Guardian Shine
Lee Hyeri, wanita berusia 20 tahun yang ditinggal pergi
orang tuanya 3 tahun yang lalu karena pembunuhan dan belakangan diketahui
pembunuhnya adalah pamannya sendiri karena dendam masa lalu. Maka, sampai
sekarang, ia tidak lagi mempercayai siapapun, kecuali Jung ilhoon, kekasihnya.
Hari itu adalah hari jadinya dengan Ilhoon yang ke lima
tahun. Biasanya, Ilhoon pagi-pagi akan datang ke rumah Hyeri membawa kue tart
dan merayakan bersama Hyeri dirumahnya. Tapi hari itu, Ilhoon tidak datang ke
rumah Hyeri. Sampai jam satu siang Hyeri menunggu Ilhoon, tapi ia tak kunjung
datang. Akhirnya, Hyeri membeli kue tart dan mendatangi rumah Ilhoon.
Sampai di rumah Ilhoon, Hyeri memarkir mobilnya dan membawa
kue tart yang dibelinya. Langkahnya terhenti di depan rumah Ilhoon ketika ia
melihat Ilhoon sedang memeluk seorang wanita yang tidak dikenalnya dengan
memasang wajah yang sangat gembira. Seketika itu juga, kue tartnya jatuh. Air
matanya mengalir deras dan Hyeri berlari ke mobilnya. Ilhoon yang melihat itu
langsung menyusul Hyeri dan
menggedor-gedor jendela mobil Hyeri.
“Hyeri! Dengarkan dulu penjelasaku! Wanita itu….Hyeri!”
Kata-kata Ilhoon terpotong karena mobil Hyeri sudah melaju duluan.
Perasaan Hyeri campur aduk. Ia sedih, marah, dan kecewa pada
Ilhoon. Saat itu, yang terlintas di benaknya adalah ia ingin sekali menemui
orang tuanya dan menangis sejadinya di pangkuan ibunya. Hyeri pun membulatkan
tekad dan membanting setir hingga mobilnya menabrak pembatas jalan dan jatuh ke
jurang.
Ketika membuka mata, Hyeri bingung. Ia berada di tempat
gelap dengan satu pintu di depannya
“Dimana aku? Kenapa aku masih bisa membuka mata? Apa aku
masih hidup? Tidak mungkin..” batinnya.
Dengan ragu-ragu, akhirnya Hyeri membuka pintu didepannya
dan muncullah sosok pria memakai jubah hitam bermata merah di hadapannya. Pria
itu dengan senyum lembut berkata,
“Hai. Aku penjaga di
ruangan ini. Lee Hyeri? Silahkan duduk. Ceritakan padaku…Apa yang mengganjal
hatimu..”
“Kau bilang kau siapa? Kenapa aku harus menurutimu? Kenapa
aku harus menceritakan padamu apa yang mengganjal hatiku? Dan..Hei! Darimana
kau tahu namaku??” Tanya Hyeri beruntun.
“Hei, kalau mau bertanya pelan-pelan. Meskipun aku bukan
manusia, tapi otakku juga tidak sehebat itu.. Dengar ya, kau itu sudah mati.
Orang mati seharusnya masuk surga. Dan kau sekarang berada disini. Kenapa?
Karena masih ada hal duniawi yang mengganjal hatimu. Setelah aku tahu mengapa
kau mati, aku akan memutuskan, jika kau tidak seharusnya mati, aku akan
menghidupkanmu kembali. Tapi kalau kau tidak mau menceritakannya, aku tidak
bisa menyelesaikan masalahmu dan kau tidak akan pulang ke surga, tapi akan menjadi
santapan arwah-arwah kelaparan yang ada diluar.” Jelas penjaga itu panjang
lebar.
“Jadi sekarang duduklah dan ceritakan semuanya padaku”
lanjutnya.
“Apa yang harus kuceritakan padamu?” Tanya Hyeri polos.
“Hei, Hei, mengapa otakmu bekerja begitu lambat? Ceritakan
saja mengapa kau mati dan apa yang masih menjadi pertanyaan dihatimu.” Jawabnya
lalu menghembuskan napas panjang.
Akhirnya Hyeri mau tidak mau duduk di kursi yang
satu-satunya kosong diantara dua kursi yang ada di ruangan itu. Dan ia mulai
bercerita tentang hidupnya yang menyedihkan sambil berderai air mata.
“Dan sepertinya tidak ada yang mengganjal ha…Tunggu
sebentar…ya…aku ingin tahu… apa reaksinya ketika mengetahui aku mati? Dan
apakah yang kulihat waktu itu benar pacar barunya… apa kau bisa menjawabnya?”
Tanya Hyeri penasaran.
“Aku tidak akan menjawabnya. Kau lihatlah sendiri.” Jawab lelaki
itu, lalu menjentikkan jarinya. Seketika itu, muncul sinar yang amat sangat
terang, sampai mata Hyeri tidak dapat dibukanya. Ketika membuka mata, Hyeri
sudah ada di rumah Ilhoon.
Pagi itu, Ilhoon sedang menjelaskan semuanya pada Hyeri
melalui SMS. Tetapi, jarinya berhenti mengetik dan cangkir the yang dipegangnya
terjatuh ketika mendengaar seorang warga menemukan mobil dijurang, dan platnya
adalah 평양14-310, plat
mobil Hyeri. Seketika mukanya pucat dan setetes air mata jatuh ke pipinya.
Tanpa memikirkan kakinya yang terkena teh panas itu, Ilhoon langsung bergegas
pergi ke tempat kejadian. Dan ternyata mayat Hyeri sudah dipindahkan ke rumah
sakit. Ilhoon pun bergegas menuju rumah sakit yang ditunjukkan salah satu
petugas itu.
Setelah menemukan wanita yang dicarinya, air mata Ilhoon
tidak bisa ditahan lagi. Meskipun tubuh Hyeri tidak hancur karena mobilnya
tidak meledak, tapi luka-luka yang disebabkan oleh kaca mobil itu cukup membuat
tubuh Hyeri terlihat menyedihkan. Ilhoon menggenggam tangan Hyeri sambil
berkata
“Hyeri, apa tubuhmu sakit? Apa tanganmu sakit? Atau kakimu
sakit? Jawablah Hyeri! kenapa kau hanya diam? Kenapa kau tidak menjawab
pertanyaanku? Wanita itu bukan pacar baruku, karena pacarku Cuma satu, yaitu
kau. Dia adalah adikku yang baru menyelesaikan kuliahnya di Kanada! Sekarang
sudah kujelaskan semuanya! Bangunlah Hyeri…Bangunlah” Ilhoon memegang tangan
Hyeri sambil berusaha menahan suara tangisnya, meskipun air matanya terus
mengalir.
Seketika itu Hyeri terpaku. Dari tadi ia terus mengikuti
Ilhoon dan berada disampingnya. Mendengar kata-kata Ilhoon barusan itu, air matanya tak
terbendung, ia terduduk dan menangis sekencang-kencangnya karena ia tahu tidak
akan ada yang bisa mendengarnya.
Tak lama kemudian, ia kembali ke ruangan itu. Ruangan dimana
semuanya akan diakhiri dan ia akan kembali ke surga.
“Bagaimana? Pertanyaan dihatimu sudah terjawab kan?” Tanya
penjaga itu santai.
“Ya.. dan sekarang… mungkin aku siap pergi…Tapi bisakah kau
tidak memunculkan sinar itu? Mataku sakit melihatnya!” Protes Hyeri.
“Hei, kau bercanda?! Mana mungkin itu terjadi! Kalau matamu
terbuka, maka rahasia ruangan ini akan terbongkar semua!” Kata penjaga itu
dengan nada meninggi.
“Baiklah! Kau tidak perlu berteriak untuk menjelaskan itu.
Sudah! Sekarang kembalikan aku ke tempat orang tuaku.” Hyeri mencibir.
Sang penjaga yang melihat itu hanya bisa tertawa dan
menggelengkan kepala. Karena sebelum ini, manusia yang ditanganinya tidak
pernah berbicara dengannya seperti itu.
Setelah menenangkan diri, penjaga itu berjabat tangan dengan
Hyeri dan muncul sinar yang sangat terang. Arwah Hyeri pun pergi. Tetapi
anehnya, Hyeri kembali lagi ke ruangan itu.
“Apa-apaan ini? Mengapa ini terjadi seperti di buku yang
pernah aku baca?! Apa ada yang masih mengganjal hatiku sehingga aku tidak bisa
pergi?” Tanya Hyeri.
“Hei, sejak kapan kau menjadi pintar?” Tanya penjaga itu
mengejek Hyeri.
“Di duniaku, ada buku yang bercerita tentang ruangan ini. Bedanya,mereka
menggambarkan dirimu sebagai sosok yang..tampan. Ah lupakan saja, Tapi kali ini
mungkin aku tahu apa yang membuatku tidak bisa pergi. Aku ingin mengucapkan
salam perpisahan padanya.” Jawab Hyeri dengan nada rendah.
“Baik, pergilah dan berikan salam perpisahan padanya.”
Sampai Larut malam, Ilhoon tidak bisa tidur. Ia hanya duduk
dipojok kamarnya yang gelap, memegang foto Hyeri dan dirinya, memasang wajah
datar, tetapi air matanya terus berlinang. Ia terus mengutuki dirinya sendiri. Lama-kelamaan,
Ilhoon kelelahan dan tertidur. Tidak lama kemudian, ia merasa ada yang memegang
kepalanya. Ketika membuka mata, Ilhoon terkejut. Dilihatnya sosok wanita itu.
Lee Hyeri. Hyeri masih hidup? Ia terus bertanya dalam hati.
“Karena waktuku singkat, aku akan langsung menjelaskan
maksudku datang kesini. Pertama, aku mau meminta maaf. Aku tahu minta maaf
sekarang tidak akan menyelesaikan masalah karena aku mungkin tidak akan hidup
lagi. Kedua, jangan menangis lagi. Setelah ini, hiduplah dengan baik. Lupakan
aku. Bisa?” Hyeri tersenyum.
Melihat senyum itu, Ilhoon bimbang. Ia tidak mau melupakan
Hyeri. Tapi di sisi lain, ia juga tidak mau mengecewakan Hyeri dengan tidak
menuruti keinginan terakhirnya. Akhirnya dengan berat ia memejamkan mata dan
mengangguk lemas. Ketika ia membuka mata, Hyeri sudah tidak ada.
Hyeri kembali lagi ke ruangan itu. Ia menatap sang penjaga, kemudian
tersenyum. Sang penjaga yang melihat tingkah laku Hyeri berubah seratus delapan
puluh derajat itu keheranan.
“ahem..Baiklah…Sekarang aku yang akan
memutuskan kau akan hidup kembali, atau tetap mati dan kembali ke Surga.” Kata
penjaga itu berusaha tenang.
“Baik..” Kata Hyeri seraya mengulurkan tangannya dengan
senyum mengembang kepada Sang penjaga.
Sang penjaga itu menyambut tangan Hyeri dan berpikir
sejenak, kemudian ia mengangguk pelan dan seketika sinar amat terang yang
paling dibenci Hyeri muncul. Ketika cahaya itu sudah menghilang, Hyeri membuka
mata. Dilihatnya dunia yang serba putih dengan orang tuanya berdiri di seberang
jalan.
“Jadi begitu ya..Baiklah penjaga..Terima kasih..Aku akan
hidup dengan baik disini..” batin Hyeri.
2 hari kemudian, Hyeri dimakamkan di samping makam kedua
orang tuanya. Ilhoon datang, meletakkan bunga kesukaan Hyeri, duduk disamping
makamnya, dan menyanyikan lagu Only look at me nya Taeyang. Setiap hari jadi
mereka dan hari ulang tahun Hyeri, Ilhoon akan membawakan bunga yang lebih
besar, dan kue tart. Menyalakan lilin,
dan meniupnya sendiri. Kejadian itu terus berlanjut sampai ajal menyatukan
mereka di Surga puluhan tahun berikutnya.
-------------------------------------------------------------------------------------------END
Kalo ada yang tau,cerita ini terinspirasi dari salah satu komik jadul jepang karya Yoko Matsumoto~
Please leave your comment for the better future :-)

No comments:
Post a Comment