Attention~

Happy Reading^^

1. Please leave a comment, at least a reaction below the post.
Usahakan jangan jadi silent reader. Abis baca diharapkan comment~ gak susah kok, bisa anonymous:) paling nggak kasih reaksi kalian dikotak yang ada dibawah post. Tinggal centang aja:)
Kritik dan saran diterima,dengan bahasa yang baik pastinya:3
2. Copy allowed with credit:3
3. Kalo mau req ff bisa kok, contact di line uname 'snowflakes2ch' sebisa mungkin saya bikinin:)
Hobi berfantasi juga? Ayo tuang dalam kata-kata^^ Bisa kirim ke saya dan akan dipost disini~ full credit♡

Saya minta comment bukan karna haus akan comment. Blog ini hanya saluran hobby. Tapi alangkah lebih senang bila hasil kerja diindahkan dan diberi saran supaya lebih baik:3
Gamsahamnida^^

Sunday, November 17, 2013

Guardian Shine



Title: Guardian Shine
Author: Tanada Kanade
Genre: Romance
Length: one shot
Cast: Hyeri Girls Day, Ilhoon BTOB

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Lee Hyeri, wanita berusia 20 tahun yang ditinggal pergi orang tuanya 3 tahun yang lalu karena pembunuhan dan belakangan diketahui pembunuhnya adalah pamannya sendiri karena dendam masa lalu. Maka, sampai sekarang, ia tidak lagi mempercayai siapapun, kecuali Jung ilhoon, kekasihnya.
Hari itu adalah hari jadinya dengan Ilhoon yang ke lima tahun. Biasanya, Ilhoon pagi-pagi akan datang ke rumah Hyeri membawa kue tart dan merayakan bersama Hyeri dirumahnya. Tapi hari itu, Ilhoon tidak datang ke rumah Hyeri. Sampai jam satu siang Hyeri menunggu Ilhoon, tapi ia tak kunjung datang. Akhirnya, Hyeri membeli kue tart dan mendatangi rumah Ilhoon.

Sampai di rumah Ilhoon, Hyeri memarkir mobilnya dan membawa kue tart yang dibelinya. Langkahnya terhenti di depan rumah Ilhoon ketika ia melihat Ilhoon sedang memeluk seorang wanita yang tidak dikenalnya dengan memasang wajah yang sangat gembira. Seketika itu juga, kue tartnya jatuh. Air matanya mengalir deras dan Hyeri berlari ke mobilnya. Ilhoon yang melihat itu langsung  menyusul Hyeri dan menggedor-gedor jendela mobil Hyeri.
“Hyeri! Dengarkan dulu penjelasaku! Wanita itu….Hyeri!” Kata-kata Ilhoon terpotong karena mobil Hyeri sudah melaju duluan.

Perasaan Hyeri campur aduk. Ia sedih, marah, dan kecewa pada Ilhoon. Saat itu, yang terlintas di benaknya adalah ia ingin sekali menemui orang tuanya dan menangis sejadinya di pangkuan ibunya. Hyeri pun membulatkan tekad dan membanting setir hingga mobilnya menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang.
Ketika membuka mata, Hyeri bingung. Ia berada di tempat gelap dengan satu pintu di depannya
“Dimana aku? Kenapa aku masih bisa membuka mata? Apa aku masih hidup? Tidak mungkin..” batinnya.
Dengan ragu-ragu, akhirnya Hyeri membuka pintu didepannya dan muncullah sosok pria memakai jubah hitam bermata merah di hadapannya. Pria itu dengan senyum lembut berkata,
 “Hai. Aku penjaga di ruangan ini. Lee Hyeri? Silahkan duduk. Ceritakan padaku…Apa yang mengganjal hatimu..”
“Kau bilang kau siapa? Kenapa aku harus menurutimu? Kenapa aku harus menceritakan padamu apa yang mengganjal hatiku? Dan..Hei! Darimana kau tahu namaku??” Tanya Hyeri beruntun.
“Hei, kalau mau bertanya pelan-pelan. Meskipun aku bukan manusia, tapi otakku juga tidak sehebat itu.. Dengar ya, kau itu sudah mati. Orang mati seharusnya masuk surga. Dan kau sekarang berada disini. Kenapa? Karena masih ada hal duniawi yang mengganjal hatimu. Setelah aku tahu mengapa kau mati, aku akan memutuskan, jika kau tidak seharusnya mati, aku akan menghidupkanmu kembali. Tapi kalau kau tidak mau menceritakannya, aku tidak bisa menyelesaikan masalahmu dan kau tidak akan pulang ke surga, tapi akan menjadi santapan arwah-arwah kelaparan yang ada diluar.” Jelas penjaga itu panjang lebar.
“Jadi sekarang duduklah dan ceritakan semuanya padaku” lanjutnya.
“Apa yang harus kuceritakan padamu?” Tanya Hyeri polos.
“Hei, Hei, mengapa otakmu bekerja begitu lambat? Ceritakan saja mengapa kau mati dan apa yang masih menjadi pertanyaan dihatimu.” Jawabnya lalu menghembuskan napas panjang.

Akhirnya Hyeri mau tidak mau duduk di kursi yang satu-satunya kosong diantara dua kursi yang ada di ruangan itu. Dan ia mulai bercerita tentang hidupnya yang menyedihkan sambil berderai air mata.
“Dan sepertinya tidak ada yang mengganjal ha…Tunggu sebentar…ya…aku ingin tahu… apa reaksinya ketika mengetahui aku mati? Dan apakah yang kulihat waktu itu benar pacar barunya… apa kau bisa menjawabnya?” Tanya Hyeri penasaran.
“Aku tidak akan menjawabnya. Kau lihatlah sendiri.” Jawab lelaki itu, lalu menjentikkan jarinya. Seketika itu, muncul sinar yang amat sangat terang, sampai mata Hyeri tidak dapat dibukanya. Ketika membuka mata, Hyeri sudah ada di rumah Ilhoon.
Pagi itu, Ilhoon sedang menjelaskan semuanya pada Hyeri melalui SMS. Tetapi, jarinya berhenti mengetik dan cangkir the yang dipegangnya terjatuh ketika mendengaar seorang warga menemukan mobil dijurang, dan platnya adalah 평양14-310, plat mobil Hyeri. Seketika mukanya pucat dan setetes air mata jatuh ke pipinya. Tanpa memikirkan kakinya yang terkena teh panas itu, Ilhoon langsung bergegas pergi ke tempat kejadian. Dan ternyata mayat Hyeri sudah dipindahkan ke rumah sakit. Ilhoon pun bergegas menuju rumah sakit yang ditunjukkan salah satu petugas itu.

Setelah menemukan wanita yang dicarinya, air mata Ilhoon tidak bisa ditahan lagi. Meskipun tubuh Hyeri tidak hancur karena mobilnya tidak meledak, tapi luka-luka yang disebabkan oleh kaca mobil itu cukup membuat tubuh Hyeri terlihat menyedihkan. Ilhoon menggenggam tangan Hyeri sambil berkata
“Hyeri, apa tubuhmu sakit? Apa tanganmu sakit? Atau kakimu sakit? Jawablah Hyeri! kenapa kau hanya diam? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Wanita itu bukan pacar baruku, karena pacarku Cuma satu, yaitu kau. Dia adalah adikku yang baru menyelesaikan kuliahnya di Kanada! Sekarang sudah kujelaskan semuanya! Bangunlah Hyeri…Bangunlah” Ilhoon memegang tangan Hyeri sambil berusaha menahan suara tangisnya, meskipun air matanya terus mengalir.
Seketika itu Hyeri terpaku. Dari tadi ia terus mengikuti Ilhoon dan berada disampingnya. Mendengar kata-kata  Ilhoon barusan itu, air matanya tak terbendung, ia terduduk dan menangis sekencang-kencangnya karena ia tahu tidak akan ada yang bisa mendengarnya.

Tak lama kemudian, ia kembali ke ruangan itu. Ruangan dimana semuanya akan diakhiri dan ia akan kembali ke surga.
“Bagaimana? Pertanyaan dihatimu sudah terjawab kan?” Tanya penjaga itu santai.
“Ya.. dan sekarang… mungkin aku siap pergi…Tapi bisakah kau tidak memunculkan sinar itu? Mataku sakit melihatnya!” Protes Hyeri.
“Hei, kau bercanda?! Mana mungkin itu terjadi! Kalau matamu terbuka, maka rahasia ruangan ini akan terbongkar semua!” Kata penjaga itu dengan nada meninggi.
“Baiklah! Kau tidak perlu berteriak untuk menjelaskan itu. Sudah! Sekarang kembalikan aku ke tempat orang tuaku.” Hyeri mencibir.
Sang penjaga yang melihat itu hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala. Karena sebelum ini, manusia yang ditanganinya tidak pernah berbicara dengannya seperti itu.
Setelah menenangkan diri, penjaga itu berjabat tangan dengan Hyeri dan muncul sinar yang sangat terang. Arwah Hyeri pun pergi. Tetapi anehnya, Hyeri kembali lagi ke ruangan itu.
“Apa-apaan ini? Mengapa ini terjadi seperti di buku yang pernah aku baca?! Apa ada yang masih mengganjal hatiku sehingga aku tidak bisa pergi?” Tanya Hyeri.
“Hei, sejak kapan kau menjadi pintar?” Tanya penjaga itu mengejek Hyeri.
“Di duniaku, ada buku yang bercerita tentang ruangan ini. Bedanya,mereka menggambarkan dirimu sebagai sosok yang..tampan. Ah lupakan saja, Tapi kali ini mungkin aku tahu apa yang membuatku tidak bisa pergi. Aku ingin mengucapkan salam perpisahan padanya.” Jawab Hyeri dengan nada rendah.
“Baik, pergilah dan berikan salam perpisahan padanya.”
Sampai Larut malam, Ilhoon tidak bisa tidur. Ia hanya duduk dipojok kamarnya yang gelap, memegang foto Hyeri dan dirinya, memasang wajah datar, tetapi air matanya terus berlinang. Ia terus mengutuki dirinya sendiri. Lama-kelamaan, Ilhoon kelelahan dan tertidur. Tidak lama kemudian, ia merasa ada yang memegang kepalanya. Ketika membuka mata, Ilhoon terkejut. Dilihatnya sosok wanita itu. Lee Hyeri. Hyeri masih hidup? Ia terus bertanya dalam hati.
“Karena waktuku singkat, aku akan langsung menjelaskan maksudku datang kesini. Pertama, aku mau meminta maaf. Aku tahu minta maaf sekarang tidak akan menyelesaikan masalah karena aku mungkin tidak akan hidup lagi. Kedua, jangan menangis lagi. Setelah ini, hiduplah dengan baik. Lupakan aku. Bisa?” Hyeri tersenyum.
Melihat senyum itu, Ilhoon bimbang. Ia tidak mau melupakan Hyeri. Tapi di sisi lain, ia juga tidak mau mengecewakan Hyeri dengan tidak menuruti keinginan terakhirnya. Akhirnya dengan berat ia memejamkan mata dan mengangguk lemas. Ketika ia membuka mata, Hyeri sudah tidak ada.
Hyeri kembali lagi ke ruangan itu. Ia menatap sang penjaga, kemudian tersenyum. Sang penjaga yang melihat tingkah laku Hyeri berubah seratus delapan puluh derajat itu keheranan.
 “ahem..Baiklah…Sekarang aku yang akan memutuskan kau akan hidup kembali, atau tetap mati dan kembali ke Surga.” Kata penjaga itu berusaha tenang.
“Baik..” Kata Hyeri seraya mengulurkan tangannya dengan senyum mengembang kepada Sang penjaga.
Sang penjaga itu menyambut tangan Hyeri dan berpikir sejenak, kemudian ia mengangguk pelan dan seketika sinar amat terang yang paling dibenci Hyeri muncul. Ketika cahaya itu sudah menghilang, Hyeri membuka mata. Dilihatnya dunia yang serba putih dengan orang tuanya berdiri di seberang jalan.
“Jadi begitu ya..Baiklah penjaga..Terima kasih..Aku akan hidup dengan baik disini..” batin Hyeri.


2 hari kemudian, Hyeri dimakamkan di samping makam kedua orang tuanya. Ilhoon datang, meletakkan bunga kesukaan Hyeri, duduk disamping makamnya, dan menyanyikan lagu Only look at me nya Taeyang. Setiap hari jadi mereka dan hari ulang tahun Hyeri, Ilhoon akan membawakan bunga yang lebih besar, dan kue tart.  Menyalakan lilin, dan meniupnya sendiri. Kejadian itu terus berlanjut sampai ajal menyatukan mereka di Surga puluhan tahun berikutnya.
-------------------------------------------------------------------------------------------END
Kalo ada yang tau,cerita ini terinspirasi dari salah satu komik jadul jepang karya Yoko Matsumoto~
Please leave your comment for the better future :-)

No comments:

Post a Comment